Pba.umsida.ac.id – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Umsida menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih empat podium dalam ajang UNESA Pencak Silat Challenge Competition III 2025 yang digelar pada Desember 2025 di GOR Internasional Unesa Surabaya,
Baca Juga: Rihlah Mumtiah 2025, Cara Seru PBA Umsida Rayakan Hari Bahasa Arab
sebagai bukti konsistensi pembinaan atlet Tapak Suci di lingkungan kampus melalui latihan rutin fisik teknik dan mental bertanding.
Capaian ini sekaligus memperkuat reputasi PBA Umsida sebagai program studi yang tidak hanya mendorong akademik dan penguatan kompetensi bahasa, tetapi juga memberi ruang aktualisasi minat bakat mahasiswa di bidang nonakademik secara terukur dan berprestasi.
Deretan Podium Mahasiswa PBA
Berdasarkan rekap hasil, mahasiswa PBA Umsida tampil di lebih dari satu kelas tanding dan mampu mengamankan posisi juara pada kategori yang kompetitif. Rinciannya sebagai berikut.
Pertama, Yuhsin Amali mahasiswa PBA berhasil meraih Juara 2 pada nomor Tanding Dewasa Putra Kelas A. Hasil ini menunjukkan daya saing mahasiswa PBA dalam kelas yang menuntut kombinasi kekuatan, kecepatan, dan strategi membaca pola lawan.
Kedua, PBA juga menyumbang tiga podium Juara 3. Mereka adalah Ahnaf Hadaf mahasiswa PBA pada Tanding Dewasa Putra Kelas A, kemudian Yusuf Naufal Falih mahasiswa PBA pada Tanding Dewasa Putra Kelas B, serta Fadlan Azmy Hamzah mahasiswa PBA pada Tanding Dewasa Putra Kelas B. Raihan ini menegaskan bahwa kontribusi PBA tidak bersifat insidental, melainkan tersebar di beberapa kelas tanding yang berbeda.
Di saat yang sama, capaian kolektif kontingen Umsida juga terlihat dari perolehan juara pada kategori lain. Namun untuk PBA, empat podium tersebut menjadi indikator kuat bahwa kultur prestasi dapat dibangun selaras dengan agenda akademik program studi.
Prestasi Nonakademik yang Menguatkan Karakter Mahasiswa
Dalam konteks pengembangan mahasiswa, prestasi olahraga seperti pencak silat tidak berdiri sendiri. Ada nilai karakter yang relevan dengan proses pembelajaran di PBA, terutama kedisiplinan, konsistensi, dan kontrol diri. Pencak silat menuntut ketepatan gerak, fokus pada instruksi, serta ketahanan mental saat menghadapi tekanan pertandingan. Pola pembiasaan ini paralel dengan kebutuhan mahasiswa PBA dalam menguasai bahasa yang juga membutuhkan latihan berulang, evaluasi, dan keberanian tampil.
Empat podium yang diraih mahasiswa PBA memperlihatkan bahwa manajemen waktu antara kuliah dan latihan dapat dijalankan secara efektif ketika ada tujuan yang jelas dan rutinitas yang terjaga. Mahasiswa berprestasi umumnya tidak hanya mengandalkan bakat, tetapi juga sistem latihan yang rapi, evaluasi teknik, dan penguatan mental bertanding. Hasilnya terlihat pada kemampuan mereka bertahan hingga babak penentuan dan mengunci posisi juara.
Bagi PBA Umsida, capaian ini penting karena memperluas narasi keunggulan mahasiswa. PBA tidak hanya dikenal dari aktivitas kebahasaan, tetapi juga dari rekam jejak prestasi mahasiswa yang beragam dan berdampak pada citra program studi.
Arah Pembinaan Prestasi Mahasiswa PBA
Ke depan, prestasi ini perlu diposisikan sebagai pijakan untuk pembinaan yang lebih strategis, bukan sekadar euforia pascakejuaraan. Ada tiga langkah yang layak dijaga agar dampaknya berkelanjutan.
Pertama, penguatan ekosistem latihan melalui jadwal yang konsisten dan target kompetisi yang realistis. Mahasiswa PBA yang sudah meraih podium perlu diarahkan pada peningkatan level, baik dari sisi teknik, stamina, maupun pengalaman jam tanding.
Kedua, pendampingan akademik yang adaptif agar mahasiswa tetap stabil di perkuliahan. Prestasi akan lebih bernilai ketika berjalan seiring dengan capaian akademik, sehingga mahasiswa tidak dipaksa memilih salah satu.
Ketiga, penguatan komunikasi prestasi melalui publikasi yang rapi dan terukur. Dokumentasi capaian, profil singkat atlet, hingga agenda pembinaan akan membantu PBA membangun reputasi sebagai program studi yang mendorong kemajuan mahasiswa secara utuh.
Baca Juga: Push Latihan Hingga Diet Ekstrim, Atlet Ini Berhasil Raih Juara 1 Nasional
Empat podium yang disumbangkan mahasiswa PBA Umsida dalam UPSCC III 2025 menjadi sinyal kuat bahwa mahasiswa PBA mampu bersaing dan unggul di ruang kompetisi, sekaligus tetap membawa identitas intelektual program studi. Prestasi ini layak dijaga momentumnya, diperkuat sistemnya, dan diteruskan menjadi tradisi juara di PBA Umsida.
Penulis: Akhmad Hasbul Wafi
















