Pba.umsida.ac.id– Grammar Bahasa Arab sering kali dianggap sebagai salah satu tantangan terbesar dalam proses pembelajaran Bahasa Arab, terutama karena hubungannya dengan rumus-rumus nahwu dan sharaf yang kompleks.
Baca Juga: Tips Mahasiswa PBA Agar Lancar Berbahasa Arab Sejak Bangku Kuliah
Banyak mahasiswa yang merasa terbebani dengan konsep-konsep teoretis ini, bahkan sebelum mereka benar-benar memahami fungsinya dalam komunikasi sehari-hari. Namun, pandangan ini bisa diubah, karena tata bahasa Arab dapat dipelajari secara bertahap melalui latihan praktis dan kontekstual tanpa harus menghafal rumus secara kaku.
Salah satu metode yang efektif dalam mempelajari grammar Bahasa Arab adalah dengan belajar melalui contoh kalimat. Mahasiswa dapat mulai dengan mengamati pola kalimat dalam dialog sederhana, teks pendek, atau percakapan sehari-hari. Dengan cara ini, mahasiswa tidak hanya mengenali struktur kalimat, tetapi juga memahami bagaimana perubahan kata terjadi dalam konteks tertentu. Pendekatan ini memungkinkan mereka untuk memahami fungsi subjek dan predikat tanpa perlu mengingat istilah gramatikal secara teoritis.
“Dengan memahami penggunaan kalimat dalam konteks tertentu, mahasiswa dapat lebih mudah mengenali struktur kalimat yang benar, tanpa merasa terbebani dengan rumus yang harus dihafal,” ujar salah satu dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
Selain itu, latihan menyusun kalimat sederhana menjadi langkah penting dalam memahami grammar. Mahasiswa dapat mulai dengan membuat kalimat dasar menggunakan kosakata yang sudah dikenal, lalu mengembangkannya menjadi kalimat yang lebih kompleks. Proses ini tidak hanya melatih kepekaan terhadap susunan kalimat, tetapi juga membantu mahasiswa mengenali dan memperbaiki kesalahan secara reflektif.
Pembelajaran grammar juga dapat diperkuat dengan mengintegrasikan keterampilan berbicara dan menulis dalam Bahasa Arab. Ketika mahasiswa berbicara atau menulis dalam Bahasa Arab, mereka secara tidak langsung mempraktikkan tata bahasa yang telah dipelajari. Kesalahan yang muncul menjadi bagian dari proses pembelajaran yang membantu mahasiswa memahami pola kalimat yang benar melalui pengalaman langsung. Pendekatan ini membuat proses pembelajaran lebih hidup dan aplikatif.
Latihan grammar juga bisa dilakukan melalui pendekatan pembelajaran kolaboratif. Diskusi kelompok, latihan dialog, dan simulasi mengajar menjadi cara yang efektif bagi mahasiswa untuk saling bertukar pengetahuan dan memberikan umpan balik. Lingkungan yang mendukung seperti ini membuat mahasiswa lebih percaya diri untuk menggunakan Bahasa Arab tanpa rasa takut salah, sehingga proses belajar menjadi lebih santai dan menyenangkan.
Di luar kelas, mahasiswa dapat mengembangkan pemahaman grammar Bahasa Arab melalui kegiatan belajar mandiri yang terarah. Menulis kalimat atau teks singkat dalam Bahasa Arab, seperti jurnal pembelajaran atau catatan kosakata, adalah salah satu cara yang efektif. Selain menulis, mahasiswa dapat langsung menerapkan struktur kalimat yang telah dipelajari di kelas. Aktivitas ini membantu mereka mengenali pola tata bahasa secara alami, seperti susunan mubtada dan khabar atau penggunaan fi’il dan fa’il.
“Melalui latihan mandiri, mahasiswa dapat memperbaiki kesalahan struktur kalimat secara mandiri, tanpa harus selalu mengandalkan hafalan rumus,” ungkap dosen PBA lainnya. Proses ini menjadikan grammar sebagai alat berbahasa yang lebih fleksibel dan tidak terbatas pada teori yang kaku.
Tak hanya itu, latihan mandiri ini juga dapat dilakukan dengan membaca ulang hasil tulisan dan membandingkannya dengan contoh kalimat yang benar dari buku ajar atau materi kuliah. Pendekatan ini membantu mahasiswa melihat hubungan langsung antara teori dan penerapan grammar dalam bahasa tulis, sehingga kemampuan menulis Bahasa Arab mereka pun akan berkembang secara menyeluruh.
Baca Juga: RTL HIMA PBA, Bahasa Arab Menyenangkan Bukan Menyeramkan
Dengan pendekatan bertahap dan konsisten, mahasiswa diharapkan dapat menguasai grammar Bahasa Arab dengan lebih mudah dan natural, tanpa harus merasa terbebani dengan rumus-rumus yang harus dihafal. Pendekatan ini memungkinkan mereka untuk memanfaatkan grammar sebagai alat berkomunikasi, bukan sebagai konsep yang sulit dipahami.
Penulis: Admin















