Pba.umsida.ac.id — Pembelajaran mufrodat (kosakata) Bahasa Arab di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo diperkuat dengan media permainan matching gambar dan kata berbasis PowerPoint yang diterapkan langsung di kelas.
Baca Juga: Cara Mudah Belajar Bahasa Arab Tanpa Mengandalkan AI
Strategi ini diamati dalam penelitian Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Agama Islam Umsida, yang menyoroti proses penerapan, faktor pendukung-penghambat, serta dampaknya terhadap keterlibatan siswa saat belajar.
Media PowerPoint Diubah Menjadi Game Mufrodat yang Interaktif
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada 5 September 2023, guru Bahasa Arab mengawali pembelajaran dengan salam, sapaan berbahasa Arab, doa, dan absensi, lalu mengarahkan siswa untuk fokus pada sesi permainan interaktif di awal pelajaran. Pada sesi ini, guru menampilkan gambar dan mufrodat melalui layar LCD menggunakan slide PowerPoint, dengan target minimal lima mufrodat baru dalam satu pertemuan.
Mekanisme permainan dibuat bertahap agar siswa tidak sekadar melihat materi, tetapi aktif memprosesnya. Pertama, siswa diminta menyambungkan gambar dengan mufrodat yang sesuai. Kedua, siswa diberi waktu sekitar satu menit untuk menghafal gambar dan mufrodat dalam satu slide. Ketiga, siswa menebak dan menyebutkan mufrodat ketika gambar ditampilkan ulang. Keempat, guru membagi kelas ke dalam kelompok, membagikan lembar gambar secara acak, lalu meminta tiap kelompok mengurutkan gambar sesuai mufrodat yang muncul di layar dalam hitungan detik. Kelompok tercepat mengangkat tangan dan menunjukkan susunan gambar, kelompok yang benar mendapat reward, sedangkan kelompok yang keliru diminta maju untuk menghafal mufrodat beserta artinya sebagai penguatan.
Suasana Kelas Lebih Aktif dan Tidak Membosankan
Penelitian ini mencatat bahwa penggunaan permainan matching berdampak langsung pada atmosfer kelas. Guru yang menjadi narasumber, Ustadz Fuad Syukri Zaen, M.Ed., menyampaikan bahwa permainan membantu menarik konsentrasi siswa dan membuat pembelajaran tidak terasa monoton. Dampak yang paling terlihat adalah siswa lebih aktif, tidak mengantuk, dan lebih tertarik mengikuti pelajaran Bahasa Arab saat sesi permainan berlangsung.
Respon siswa juga menguatkan temuan tersebut. Salah satu siswa kelas 2 IPS bernama Nadia menilai sesi permainan menjadi bagian yang paling disukai karena memudahkan dirinya menghafal mufrodat. Ia menyampaikan, “Aku suka pelajaran Bahasa Arab saat sesi permainannya saja dan Aku bisa hafal mufrodat karena ada permainan matching gambar.”
Dalam tahap inti pembelajaran, guru melanjutkan kegiatan dengan presentasi materi melalui PPT, latihan membaca- menirukan, penjelasan, serta praktik muhadatsah. Media yang digunakan meliputi PPT, gambar, buku paket, dan papan tulis. Pada bagian penutup, guru mengevaluasi materi, mengulang mufrodat yang dipelajari, menyampaikan kesimpulan dan kisi-kisi pertemuan berikutnya, lalu menutup dengan doa dan salam. Pada jam terakhir, slide PPT kembali ditampilkan untuk latihan mencocokkan gambar dengan mufrodat sebagai penguatan dan muroja’ah.
Faktor Pendukung dan Solusi atas Hambatan Penguasaan Kosakata
Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan penerapan media permainan dipengaruhi oleh dua sisi: dukungan sarana-prasarana dan kesiapan pedagogis guru. Faktor pendukung utamanya adalah fasilitas yang memadai (misalnya LCD/proyektor) serta peran guru yang inspiratif dan interaktif, sehingga siswa merespons pembelajaran dengan lebih positif.
Namun, penelitian juga menemukan hambatan yang cukup relevan dalam konteks pengajaran Bahasa Arab di sekolah, yakni minimnya pengetahuan awal siswa terhadap mufrodat. Kondisi ini membuat siswa kesulitan memahami materi jika pembelajaran hanya mengandalkan pola konvensional. Karena itu, permainan matching diposisikan sebagai solusi untuk melatih daya ingat, meningkatkan minat, dan menjaga fokus siswa selama proses belajar.
Pada bagian kesimpulan, penelitian menyatakan bahwa implementasi media permainan matching gambar dan mufrodat di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo dinilai lebih efektif, menarik, dan menyenangkan, sekaligus memudahkan siswa dalam menghafal kosakata. Temuan ini memperlihatkan bahwa inovasi sederhana melalui media visual dan permainan dapat menjadi strategi praktis bagi pembelajaran mufrodat, khususnya di jenjang sekolah menengah.
Sumber:
Nur Aini & Farikh Marzuki Ammar. 2025. Implementasi Media Permainan Matching Gambar dan Kata dalam Pembelajaran Mufrodaat di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo. Pendas Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Vol. 10 No. 01 (Maret 2025).















