Pba.umsida.ac.id– Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Sidoarjo kembali menghadirkan temuan menarik dalam pengembangan pembelajaran Bahasa Arab.
Baca Juga: Keteladanan Bahasa Arab Perkuat Maharah Kalam Santri
Penelitian yang dilakukan Indi Rohmawati dan Najih Anwar dari PBA FAI Umsida menunjukkan bahwa media pembelajaran Monopoli Arab berbasis edutainment efektif meningkatkan maharah kalam atau keterampilan berbicara siswa di MA Islamiyah Tanggulangin Sidoarjo. Riset ini dimuat dalam Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Volume 10 Nomor 04 edisi Desember 2025 dan menegaskan bahwa pendekatan permainan dapat menjadi alternatif yang lebih hidup dibanding metode konvensional di kelas.
Temuan tersebut lahir dari persoalan yang masih sering dijumpai dalam pembelajaran Bahasa Arab. Dalam artikel itu dijelaskan bahwa proses belajar di kelas sebelumnya cenderung monoton karena bertumpu pada buku ajar dan metode ceramah. Akibatnya, siswa mudah merasa bosan, mengantuk, kurang bersemangat, dan minim penguasaan kosakata. Padahal, maharah kalam menjadi salah satu kemampuan inti yang harus dikuasai siswa agar mampu menyampaikan gagasan, pikiran, maupun informasi dalam Bahasa Arab secara tepat. Berangkat dari kondisi itu, peneliti mencoba menghadirkan media yang bukan hanya menarik, tetapi juga mendorong siswa aktif berbicara.
Kebaruan penelitian ini juga cukup jelas. Sejumlah studi sebelumnya memang telah membahas permainan monopoli sebagai media pembelajaran Bahasa Arab, tetapi sebagian besar lebih berfokus pada penguasaan kosakata. Sementara itu, penelitian Indi Rohmawati dan Najih Anwar menempatkan Monopoli Arab sebagai instrumen untuk meningkatkan keterampilan berbicara, termasuk keberanian siswa dalam mengucapkan mufradat, menjelaskan gambar, dan menyampaikan deskripsi sederhana dalam Bahasa Arab. Posisi ini membuat riset tersebut lebih relevan bagi guru yang ingin memperkuat aspek produktif dalam pembelajaran Bahasa Arab.
Pembelajaran dibuat lebih aktif dan menyenangkan
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi Experimental melalui model Control Group Pre-Test and Post-Test. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yakni XI IPS 1 dan XI IPS 2, yang masing-masing berjumlah 18 siswa. Kelas XI IPS 1 dijadikan kelompok eksperimen dengan penerapan media Monopoli Arab, sedangkan XI IPS 2 menjadi kelompok kontrol yang tetap belajar dengan metode tradisional. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, serta pelaksanaan pre-test dan post-test.
Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang cukup tegas. Nilai rata-rata pre-test kelas eksperimen berada pada angka 62,72, lalu naik menjadi 78,72 pada post-test setelah penggunaan media Monopoli Arab. Nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0,000 atau lebih kecil dari 0,05, yang berarti penggunaan media tersebut terbukti efektif. Sebaliknya, pada kelas kontrol, kenaikan nilai terjadi lebih terbatas. Dalam tabel hasil penelitian, rata-rata kelas kontrol hanya bergerak dari 62,83 menjadi 64,94. Pola ini memperlihatkan bahwa pembelajaran berbasis permainan memberi dampak yang lebih besar dibanding metode ceramah biasa.
Peneliti juga mencatat bahwa suasana belajar di kelas eksperimen menjadi lebih hidup. Siswa tidak sekadar mendengarkan penjelasan guru, tetapi terlibat langsung dalam permainan yang menuntut mereka berpikir, merespons, dan berbicara. Dari narasi hasil penelitian, hampir seluruh siswa di kelas eksperimen mengalami peningkatan nilai yang signifikan. Ini menunjukkan bahwa ketika pembelajaran dirancang lebih interaktif, siswa memiliki peluang lebih besar untuk memahami materi sekaligus mempraktikkan bahasa secara langsung.
Begini cara kerja Monopoli Arab di kelas
Monopoli Arab dalam penelitian ini tidak digunakan seperti permainan biasa. Peneliti memodifikasi papan permainan menjadi media belajar dengan menambahkan gambar, kartu kosakata, kartu pertanyaan, dan sistem poin. Siswa dibagi ke dalam tiga kelompok, lalu masing-masing kelompok menjalankan bidak sesuai langkah permainan. Ketika berhenti pada kotak tertentu, mereka harus menyebutkan mufradat yang sesuai dengan gambar pada kotak itu, kemudian mendeskripsikannya dalam Bahasa Arab. Jika jawaban benar, kelompok memperoleh poin. Kelompok dengan akumulasi poin tertinggi menjadi pemenang dan mendapat apresiasi.
Salah satu contoh yang disebutkan dalam artikel adalah ketika siswa berhenti pada kotak bergambar perpustakaan. Pada titik itu, siswa harus menyebutkan kosakata terkait dan menjelaskan gambar tersebut dalam Bahasa Arab. Selain itu, media ini juga menggunakan sekitar 20 kartu soal esai yang membantu siswa mengulang materi, mengingat kembali mufradat, dan memahami fungsi fasilitas maupun peralatan sekolah. Sebelum permainan dimulai, siswa terlebih dahulu dibekali kosakata dan deskripsi materi agar dapat mengikuti aktivitas secara optimal. Kombinasi antara latihan, pengulangan, dan unsur permainan inilah yang memperkuat hasil belajar siswa.
Relevan untuk inovasi pembelajaran Bahasa Arab
Temuan ini penting bagi pengembangan pembelajaran Bahasa Arab, khususnya di lingkungan sekolah maupun madrasah. Media Monopoli Arab tidak hanya membuat kelas lebih menyenangkan, tetapi juga terbukti meningkatkan motivasi, partisipasi aktif, serta penguasaan kosakata siswa.
Baca Juga: Mahasiswa FAI Umsida Borong Medali di Paku Bumi Open 2026
Dalam konteks maharah kalam, media ini efektif karena menempatkan siswa sebagai pelaku utama yang harus berani berbicara, bukan sekadar mendengarkan. Pembelajaran seperti ini lebih dekat dengan kebutuhan nyata bahasa, yaitu digunakan untuk berkomunikasi.
Sumber: Indi Rohmawati dan Najih Anwar, “Monopoli Arab: Inovasi Media Pembelajaran Berbasis Edutainment untuk Meningkatkan Maharah Kalam Siswa MA Islamiyah Tanggulangin Sidoarjo,” Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 10 Nomor 04, Desember 2025.


















