Pba.umsida.ac.id-Civitas akademika Universitas Muhammadiyah Sidoarjo melalui Fitriah Junita Arifin dan Khizanatul Hikmah meneliti penggunaan aplikasi Rosetta Stone dalam pembelajaran kosakata Bahasa Arab pada mahasiswi asrama Rumah Binaan Indonesia Malang.
Baca Juga: Baamboozle Dorong Minat Belajar Bahasa Arab Siswa
Penelitian yang artikelnya tercatat diterima pada 21 September 2023 ini dilakukan untuk menjawab kesulitan penguasaan kosakata Bahasa Arab melalui pendekatan studi kasus dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap 13 mahasiswi asrama.
Penguasaan Kosakata Jadi Tantangan Utama
Pembelajaran Bahasa Arab memiliki posisi penting dalam pendidikan Islam karena berkaitan erat dengan kemampuan memahami Alquran, Assunnah, serta praktik ibadah kaum muslimin. Dalam konteks pembelajaran, Bahasa Arab tidak hanya dipahami sebagai bahasa asing, tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan empat keterampilan berbahasa, yaitu mendengar, berbicara, membaca, dan menulis.
Namun, penguasaan Bahasa Arab tidak lepas dari tantangan. Salah satu masalah yang sering muncul adalah keterbatasan kosakata. Hal ini menjadi perhatian utama dalam penelitian yang dilakukan pada mahasiswi asrama Rumah Binaan Indonesia Malang. Para mahasiswi tersebut berada dalam lingkungan pembinaan keislaman yang memiliki program tahsin dan tahfidz Alquran, sehingga penguasaan kosakata Bahasa Arab menjadi kebutuhan penting dalam mendukung pemahaman terhadap bacaan dan hafalan Alquran.
Dalam penelitian tersebut, ditemukan bahwa sebagian besar mahasiswi belum menguasai kosakata Bahasa Arab dengan baik. Kondisi ini terlihat dari hasil pertanyaan awal yang diberikan kepada peserta. Dari 20 soal kosakata yang tersedia, sebagian besar mahasiswi hanya mampu menjawab sekitar lima soal dengan benar. Faktor latar belakang jurusan kuliah yang berbeda dan belum adanya pengalaman belajar Bahasa Arab sebelumnya turut memengaruhi kemampuan awal mereka.
Kesulitan tersebut tidak hanya berdampak pada kemampuan menjawab soal, tetapi juga pada kemampuan berkomunikasi menggunakan Bahasa Arab. Para mahasiswi juga mengalami kendala ketika berhadapan dengan kosakata baru dan saat mengingat kembali kosakata yang sebelumnya pernah dipelajari. Karena itu, penelitian ini menempatkan media pembelajaran digital sebagai alternatif yang perlu diuji secara langsung dalam proses belajar.
Rosetta Stone Dipilih sebagai Media Belajar Interaktif
Aplikasi Rosetta Stone dipilih karena menawarkan pembelajaran bahasa berbasis visual, audio, dan latihan interaktif. Aplikasi ini telah dikenal sebagai salah satu media pembelajaran bahasa yang dapat diakses melalui desktop, Android, maupun iOS. Di dalamnya terdapat beberapa bahasa yang dapat dipelajari, termasuk Bahasa Arab.
Salah satu konsep utama dalam aplikasi ini adalah dynamic immersion, yaitu pendekatan belajar bahasa melalui gambar dan konteks tanpa bergantung langsung pada terjemahan. Melalui konsep tersebut, pengguna diajak memahami makna kosakata dengan bantuan visual, suara, dan pengulangan. Selain itu, fitur speech recognition juga membantu pengguna mengenali ketepatan pelafalan.
Dalam proses penelitian, mahasiswi diarahkan untuk menggunakan aplikasi Rosetta Stone melalui smartphone masing-masing. Mereka mengikuti tahapan mulai dari membuat akun, memilih Bahasa Arab, masuk ke unit pembelajaran, hingga mengerjakan latihan inti. Materi yang digunakan berada pada Unit 1 Dasar Bahasa, yang memuat kosakata perkenalan dan aktivitas harian seperti makan, minum, berlari, serta kosakata dasar lainnya.
Pembelajaran dilakukan secara terarah. Peneliti membuka kegiatan dengan salam dan doa, kemudian memberikan instruksi penggunaan aplikasi. Mahasiswi mengerjakan latihan inti yang tersedia dalam aplikasi. Setelah latihan selesai, hasil pembelajaran muncul pada layar smartphone masing-masing. Pada salah satu contoh hasil, peserta memperoleh nilai 58 persen setelah mengerjakan latihan inti.
Selain latihan utama, aplikasi ini juga menyediakan fitur pengiring audio atau audio companion. Fitur tersebut memungkinkan pengguna mendengarkan kosakata yang dipelajari, lalu menirukan pelafalannya. Dengan model ini, pembelajaran kosakata tidak hanya bersifat membaca, tetapi juga melibatkan pendengaran dan pengucapan.
Respon Positif dan Potensi Pembelajaran Berkelanjutan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Rosetta Stone mendapat respon positif dari mahasiswi asrama. Mereka merasa lebih mudah mempelajari kosakata Bahasa Arab karena fitur dalam aplikasi cukup familiar, interaktif, dan dapat digunakan secara fleksibel. Aplikasi ini juga memungkinkan peserta mengulang latihan tanpa harus membawa lembar soal sebagaimana pembelajaran konvensional.
Dari sisi pembelajaran, Rosetta Stone membantu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik. Gambar dan suara yang tersedia dalam aplikasi membuat peserta lebih mudah mengaitkan kosakata dengan makna. Pola latihan yang berulang juga memberi kesempatan bagi peserta untuk memperkuat ingatan terhadap kosakata yang dipelajari.
Penelitian ini menyimpulkan dua hal utama. Pertama, penerapan aplikasi Rosetta Stone dalam pembelajaran kosakata Bahasa Arab dilakukan melalui tahapan persiapan aplikasi, pengerjaan latihan oleh mahasiswi, dan evaluasi hasil latihan yang muncul setelah proses belajar. Kedua, mahasiswi memberikan respon positif berupa kemudahan dalam menguasai kosakata, familiaritas fitur aplikasi, serta fleksibilitas penggunaan aplikasi kapan pun dan di mana pun.
Bagi pengembangan pembelajaran Bahasa Arab, temuan ini relevan untuk menjadi bahan pertimbangan dalam pemanfaatan media digital. Pembelajaran kosakata tidak cukup hanya mengandalkan hafalan, tetapi perlu didukung media yang dapat memfasilitasi pengulangan, visualisasi, pelafalan, dan latihan mandiri. Meski demikian, penelitian ini juga memberi catatan bahwa penggunaan aplikasi tetap perlu didampingi secara rutin oleh pembimbing agar penguasaan kosakata dapat berjalan lebih maksimal.
Baca Juga: FAI Umsida Akan Gelar Seminar Internasional. Hadirkan 5 Narasumber dari Berbagai Negara
Dengan adanya kajian ini, pembelajaran Bahasa Arab di lingkungan mahasiswa berasrama dapat dikembangkan secara lebih adaptif. Media digital seperti Rosetta Stone tidak menggantikan peran pendidik, tetapi dapat menjadi alat bantu untuk memperkuat pembelajaran dasar, terutama bagi mahasiswa yang masih mengalami kesulitan dalam mengingat dan menggunakan kosakata Bahasa Arab.
Sumber:
Artikel ilmiah “Enhancing Arabic Vocabulary Acquisition: Evaluating Rosetta Stone Application for College Students” atau “Meningkatkan Pemerolehan Kosakata Bahasa Arab: Mengevaluasi Aplikasi Rosetta Stone untuk Mahasiswa” karya Fitriah Junita Arifin dan Khizanatul Hikmah, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.


















