Pba.umsida.ac.id- Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) kembali menghadirkan kajian yang relevan dengan dunia pendidikan Islam.
Baca Juga:Monopoli Arab Efektif Tingkatkan Maharah Kalam Siswa
Melalui penelitian yang dilakukan Andi Achmad dan Khizanatul Hikmah, terungkap bahwa guru Bahasa Arab di MA Dafi Pesantren Al-Qur’an Science Sidoarjo memiliki kompetensi yang baik dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, meski masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan.
Penelitian yang terbit dalam Pendas Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Volume 10 Nomor 01 Maret 2025 ini mengkaji bagaimana kompetensi guru Bahasa Arab dijalankan dalam proses pembelajaran, sekaligus memetakan hambatan yang muncul selama implementasi kurikulum. Kajian ini penting karena Bahasa Arab tidak hanya menjadi mata pelajaran inti di lembaga pendidikan Islam, tetapi juga berperan dalam membentuk pemahaman keagamaan, karakter, dan keterampilan komunikasi peserta didik.
Dengan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Bahasa Arab di lingkungan pesantren memerlukan lebih dari sekadar penguasaan materi. Guru dituntut memahami karakter siswa, merancang pembelajaran adaptif, menerapkan evaluasi yang variatif, hingga mampu mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh.
Guru dinilai mampu memahami siswa dan merancang pembelajaran
Salah satu temuan utama dalam penelitian ini adalah kemampuan guru Bahasa Arab dalam memahami karakteristik siswa. Guru tidak hanya memantau kehadiran, tetapi juga memperhatikan kesiapan fisik, suasana hati, dan tingkat antusiasme siswa selama pembelajaran berlangsung. Dari sisi intelektual, guru memanfaatkan tanya jawab, ulangan harian, hingga sumatif akhir semester untuk melihat perkembangan pemahaman peserta didik.
Dalam aspek perencanaan, guru juga dinilai telah menyusun modul ajar yang sistematis, mulai dari tujuan pembelajaran, kegiatan motivasi, inti pembelajaran, hingga penutup. Pembelajaran dirancang menyesuaikan kebutuhan siswa dengan tuntutan Kurikulum Merdeka yang lebih fleksibel dan berpusat pada peserta didik.
Temuan lain yang menarik adalah kemampuan guru dalam membangun suasana belajar yang interaktif. Materi pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari agar lebih mudah dipahami siswa. Guru juga menggunakan metode variatif seperti praktik percakapan, menulis mufradat di papan tulis, permainan, hingga kuis di akhir pembelajaran.
Dalam wawancara yang dikutip peneliti, guru Bahasa Arab Didik Suhartono menegaskan, “Saya selalu memastikan materi yang disampaikan relevan dengan kemampuan siswa.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Arab tidak disampaikan secara kaku, tetapi disesuaikan dengan kondisi riil peserta didik.
Evaluasi pembelajaran dilakukan variatif dan menyentuh pengembangan potensi
Penelitian ini juga menemukan bahwa evaluasi pembelajaran dilakukan secara beragam. Guru memadukan tes tertulis, tes lisan, tugas individu, latihan berkala, hingga hafalan kosakata untuk mengukur pemahaman siswa. Pendekatan ini dinilai lebih komprehensif karena tidak hanya menilai hasil akhir, tetapi juga proses belajar siswa.
Lebih jauh, guru juga berupaya mengembangkan potensi peserta didik melalui pendekatan personal. Salah satunya dengan coaching sederhana untuk memahami hambatan belajar, minat, dan bakat siswa. Dari pendekatan tersebut, siswa diarahkan mengikuti kegiatan yang sesuai, seperti lomba pidato Bahasa Arab, debat, hingga seni kaligrafi.
Strategi ini menunjukkan bahwa guru Bahasa Arab tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga fasilitator pengembangan diri siswa. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, pendekatan seperti ini menjadi penting karena pembelajaran tidak lagi hanya berfokus pada transfer materi, melainkan juga pada tumbuhnya kompetensi, kepercayaan diri, dan karakter peserta didik.
Bagi PBA Umsida, hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa kompetensi guru tetap menjadi kunci utama keberhasilan pembelajaran Bahasa Arab. Guru yang mampu memadukan pendekatan pedagogik, kreativitas, dan kepekaan terhadap kondisi siswa akan lebih mudah menciptakan pembelajaran yang bermakna.
Tantangan implementasi masih perlu dijawab bersama
Meski demikian, penelitian ini menegaskan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Bahasa Arab belum sepenuhnya berjalan tanpa hambatan. Ada beberapa tantangan utama yang dihadapi guru.
Pertama, motivasi siswa yang masih rendah. Sebagian siswa menganggap Bahasa Arab sebagai pelajaran sulit dan kurang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kedua, latar belakang kemampuan siswa yang beragam, mulai dari yang masih pemula hingga yang sudah lebih mahir. Kondisi ini menuntut guru untuk menyesuaikan strategi pembelajaran agar tidak ada siswa yang tertinggal atau merasa bosan.
Ketiga, keterbatasan bahan ajar yang menarik dan kontekstual. Guru sering kali harus mengembangkan materi sendiri agar lebih sesuai dengan kebutuhan siswa. Keempat, lingkungan praktik Bahasa Arab di luar kelas yang masih minim, sehingga siswa kurang memiliki ruang untuk menggunakan bahasa secara nyata. Kelima, pemanfaatan teknologi yang masih terbatas, baik karena keterampilan digital guru yang belum merata maupun fasilitas sekolah yang belum mendukung sepenuhnya.
Temuan ini menjadi catatan penting bagi pengembangan pendidikan Bahasa Arab ke depan. Penelitian tersebut merekomendasikan adanya penguatan pelatihan guru dalam integrasi teknologi, pengembangan bahan ajar yang lebih aplikatif, serta dukungan institusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif.
Baca Juga: War Tiket Haji Menurut Dosen Umsida, Antara Solusi dan Ketimpangan
Bagi PBA Umsida, riset ini menegaskan bahwa pembelajaran Bahasa Arab yang kuat tidak cukup hanya bertumpu pada kurikulum, tetapi juga pada kapasitas guru, dukungan lembaga, dan ekosistem belajar yang mendukung praktik bahasa secara berkelanjutan. Dari sini, PBA Umsida turut menunjukkan kontribusinya dalam menghadirkan kajian yang tidak hanya akademis, tetapi juga relevan bagi perbaikan pembelajaran Bahasa Arab di madrasah dan pesantren. Disusun berdasarkan artikel Andi Achmad dan Khizanatul Hikmah tentang kompetensi guru Bahasa Arab dalam implementasi Kurikulum Merdeka.
Sumber: Andi Achmad, Khizanatul Hikmah. 2025. Kompetensi Guru Bahasa Arab dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Belajar. Pendas Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 10 Nomor 01, Maret 2025.


















