Pba.umsida.ac.id – Inovasi dalam pendidikan bahasa Arab kini memasuki era baru dengan pengintegrasian teknologi canggih, seperti analitik pembelajaran dan kurikulum adaptif berbasis kecerdasan buatan (AI).
Baca Juga:
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Aida Zavirah Fayruza dan Hikmah Khizanatul, yang dipublikasikan oleh Universitas Malang, mengungkapkan bahwa pendekatan ini dapat mengatasi tantangan dalam menyesuaikan materi pembelajaran dengan kebutuhan dan kemampuan individu siswa.
Pentingnya Pembelajaran yang Disesuaikan
Salah satu masalah utama dalam pembelajaran bahasa Arab adalah kurangnya personalisasi yang memadai. Banyak metode pengajaran konvensional yang tidak mempertimbangkan perbedaan kemampuan dan kebutuhan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di sebuah sekolah menengah Islam di Malang, di mana data dikumpulkan melalui wawancara, observasi kelas, dan dokumentasi hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan analitik pembelajaran memungkinkan guru untuk memahami lebih dalam tentang profil siswa, tantangan yang mereka hadapi, serta pola partisipasi mereka dalam pembelajaran.
Penerapan Pembelajaran Adaptif dengan AI
Penelitian ini menemukan bahwa kurikulum adaptif yang didukung oleh sistem umpan balik berbasis AI dapat membantu menyusun materi yang lebih relevan dengan kecepatan dan gaya belajar masing-masing siswa. Dengan menggunakan teknologi ini, siswa yang sebelumnya kesulitan dalam pelajaran bahasa Arab, terutama dalam keterampilan mendengarkan dan berbicara, dapat mengalami peningkatan yang signifikan. Sementara itu, penggunaan gamifikasi dalam pembelajaran juga terbukti meningkatkan motivasi siswa serta membantu penguasaan kosakata dan keterampilan berbicara.
Sistem pembelajaran adaptif ini memberikan umpan balik langsung yang membantu siswa meningkatkan pemahaman mereka secara bertahap, bahkan dalam keterampilan menulis yang lebih kompleks. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan mendengarkan dan membaca, sedangkan keterampilan menulis mengalami perbaikan meskipun pada tingkat yang lebih rendah.
Impak Positif terhadap Hasil Belajar
Dalam evaluasi kuantitatif, data menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kelompok siswa yang menggunakan kurikulum adaptif dibandingkan dengan kelompok yang menggunakan metode pengajaran tradisional. Misalnya, hasil tes keterampilan mendengarkan menunjukkan peningkatan sebesar 12% pada kelompok eksperimen yang menggunakan sistem adaptif. Hal ini mengindikasikan bahwa pembelajaran yang disesuaikan dengan kemampuan individu dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran bahasa Arab.
Baca Juga
Penelitian ini memberikan gambaran jelas bahwa kurikulum adaptif berbasis analitik pembelajaran dan AI dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran bahasa Arab, dengan memperhatikan kebutuhan individu setiap siswa. Dengan keberhasilan ini, diharapkan penerapan metode ini dapat diperluas ke tingkat pendidikan yang lebih luas, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.
Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya adopsi kurikulum adaptif berbasis data dalam pendidikan bahasa Arab, serta penyediaan pelatihan kepada guru-guru untuk memanfaatkan teknologi ini dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, diharapkan pendidikan bahasa Arab dapat lebih relevan dan menyenangkan bagi setiap siswa.
Sumber: Fayruza, A. Z., & Khizanatul, H. (2025). Educational Analytics and the Adaptive Curriculum for Arabic: A Data-Driven Model for Personalizing Learning in the Age of Artificial Intelligence. University of Malang.















