Pba.umsida.ac.id — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (PBA Umsida), Irji Ulchaq, berhasil meraih Juara 2 Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ) 10 Juz tingkat nasional dalam ajang National Competition yang digelar di STAI Al Anwar Rembang, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga: Rosetta Stone Bantu Mahasiswa Kuasai Kosakata Arab
Prestasi ini menjadi capaian membanggakan bagi PBA Umsida karena menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berkembang dalam bidang akademik kebahasaan, tetapi juga mampu menguatkan kompetensi keislaman melalui hafalan Al-Qur’an.
Jaga Hafalan di Tengah Aktivitas Kuliah
Bagi Irji, mengikuti kompetisi MHQ 10 Juz bukan sekadar mengejar gelar juara. Ia memandang ajang tersebut sebagai ruang untuk menguji konsistensi, kedisiplinan, dan kualitas hafalan yang selama ini dijaga. Menurutnya, tantangan terbesar dalam mengikuti lomba hafalan bukan hanya pada kemampuan mengingat ayat, tetapi juga pada kesiapan mental ketika harus tampil di hadapan dewan juri.
“Yang paling berat sebenarnya bukan hanya menghafal, tetapi menjaga hafalan agar tetap hidup setiap hari. Kalau tidak sering dimurajaah, hafalan itu mudah melemah, apalagi ketika aktivitas kuliah juga cukup padat,” ujar Irji.
Mahasiswa dengan NIM 242071900036 itu menjelaskan bahwa proses persiapan dilakukan secara bertahap. Ia tidak hanya mengulang hafalan, tetapi juga memperhatikan ketepatan bacaan, kelancaran, serta ketenangan saat menjawab soal yang diberikan. Baginya, MHQ menuntut kesiapan yang utuh karena peserta harus mampu menjaga fokus sejak awal hingga akhir penampilan.
Irji juga mengaku sempat mengalami fase ketika hafalan terasa berat untuk dikuatkan kembali. Namun, ia memilih untuk tidak berhenti. Ia memperbaiki pola murajaah, membagi waktu dengan lebih disiplin, dan berusaha menjaga niat agar proses menghafal Al-Qur’an tidak hanya berorientasi pada kompetisi.
“Pernah ada masa ketika hafalan terasa sulit masuk atau mudah tertukar. Dari situ saya belajar bahwa menghafal Al-Qur’an butuh kesabaran panjang. Tidak bisa hanya mengandalkan semangat sesaat,” ungkapnya.
Bahasa Arab Perkuat Pemahaman Al Qur’an
Sebagai mahasiswa PBA, Irji menilai bahwa pembelajaran Bahasa Arab memiliki peran penting dalam mendukung kedekatannya dengan Al-Qur’an. Menurutnya, memahami Bahasa Arab membuat proses murajaah terasa lebih bermakna karena ayat yang dibaca tidak hanya dihafalkan secara lafaz, tetapi juga lebih mudah dipahami kandungan maknanya.
“Belajar Bahasa Arab sangat membantu saya. Ketika memahami sebagian makna ayat, hafalan terasa lebih kuat karena bukan hanya mengingat bunyi ayatnya, tetapi juga menangkap pesan yang ada di dalamnya,” jelas Irji.
Ia menambahkan, hubungan antara Bahasa Arab dan hafalan Al-Qur’an menjadi salah satu alasan dirinya semakin bersyukur dapat menempuh pendidikan di Prodi PBA Umsida. Lingkungan akademik yang dekat dengan kajian bahasa, pendidikan, dan keislaman memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan secara lebih seimbang.
Prestasi Irji juga menunjukkan bahwa mahasiswa PBA memiliki peluang luas untuk berkontribusi di berbagai bidang. Tidak hanya dalam pembelajaran bahasa dan pendidikan, tetapi juga dalam penguatan nilai-nilai Al-Qur’an, dakwah, serta pengembangan karakter keislaman.
Bagi Irji, keberhasilan meraih juara 2 tingkat nasional ini bukan akhir dari perjalanan. Ia menyadari bahwa prestasi justru membawa tanggung jawab baru untuk menjaga kualitas diri dan terus memperbaiki hafalan.
“Setelah mendapat juara, saya merasa tanggung jawabnya lebih besar. Prestasi ini harus menjadi pengingat agar saya tidak berhenti belajar dan tidak merasa cukup,” katanya.
Prestasi Jadi Motivasi Mahasiswa PBA
Capaian Irji menjadi kebanggaan tersendiri bagi civitas akademika PBA Umsida. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa memiliki potensi besar apabila mampu menjaga konsistensi, memanfaatkan lingkungan akademik, dan berani mengikuti kompetisi di tingkat yang lebih luas.
Irji berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain, khususnya di lingkungan PBA Umsida, agar tidak takut mencoba. Menurutnya, banyak mahasiswa sebenarnya memiliki kemampuan, tetapi sering kali ragu untuk tampil karena takut gagal atau merasa belum cukup siap.
“Kalau menunggu benar-benar siap, mungkin tidak akan pernah mulai. Yang penting berani mencoba, memperbaiki diri, dan menjaga niat. Menang itu bonus, tetapi prosesnya jauh lebih berharga,” pesan Irji.
Ia juga menyampaikan bahwa dukungan dari lingkungan sekitar menjadi bagian penting dalam perjalanannya. Semangat dari keluarga, dosen, teman, dan lingkungan kampus membuatnya lebih percaya diri untuk mengikuti kompetisi hingga tingkat nasional.
Prestasi Juara 2 MHQ 10 Juz tingkat nasional ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa PBA Umsida untuk terus mengembangkan potensi. Melalui capaian tersebut, PBA Umsida semakin menegaskan komitmennya dalam melahirkan mahasiswa yang unggul dalam bidang Bahasa Arab, memiliki kedalaman nilai keislaman, serta mampu membawa nama baik prodi dan universitas di tingkat nasional.
Catatan: kalimat langsung di atas masih bersifat draf sementara. Sebaiknya tetap dikonfirmasi ke Irji agar sesuai dengan pernyataan aslinya sebelum dipublikasikan.


















