pba.umsida.ac.id — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Abyan Rafi, berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Porseni VI FKPTKIS Internasional yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Prestasi tersebut menjadi capaian membanggakan bagi Abyan sekaligus Fakultas Agama Islam (FAI) Umsida karena mampu menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam bidang perlombaan tingkat internasional.
Keberhasilan ini juga memperlihatkan bahwa mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik, tetapi juga mampu mengembangkan potensi melalui kompetisi.
Ajang tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan keterampilan, pengalaman, dan hasil latihan yang telah dibangun dalam waktu panjang.
Porseni VI FKPTKIS Internasional mempertemukan peserta dari berbagai perguruan tinggi. Karena itu, capaian Juara 3 yang diraih Abyan menjadi hasil yang bermakna, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi program studi dan universitas yang diwakilinya.
Berawal dari Latihan Sejak SD
Bagi Abyan, kesempatan mengikuti perlombaan di UMS menjadi pengalaman berharga yang tidak datang secara tiba-tiba.
Ia mengaku kemampuan yang dimilikinya telah mulai diasah sejak duduk di bangku sekolah dasar, sehingga pengalaman panjang tersebut menjadi bekal penting ketika tampil di tingkat perguruan tinggi.
“Alhamdulillah, kemampuan ini sudah saya latih sejak SD, jadi ketika ada kesempatan mengikuti perlombaan di UMS, saya berusaha memanfaatkannya dengan sebaik mungkin,” ujar Abyan.
Menurutnya, mengikuti ajang perlombaan tidak hanya menjadi kesempatan untuk meraih juara, tetapi juga menjadi ruang untuk mengukur hasil latihan yang telah dilakukan selama bertahun-tahun.
Ia menilai bahwa setiap proses latihan memberikan pengalaman baru, terutama dalam membangun keberanian, kedisiplinan, dan kesiapan mental saat menghadapi kompetisi.
Pengalaman sejak sekolah dasar membuat Abyan semakin memahami bahwa kemampuan tidak dapat berkembang secara instan.
Dibutuhkan latihan yang konsisten, kemauan untuk terus belajar, serta keberanian untuk tampil di hadapan banyak orang.
Ketika kesempatan mengikuti Porseni VI FKPTKIS Internasional datang, ia berusaha menjadikannya sebagai sarana mengembangkan diri.
Ia tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada pengalaman selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Bagi Abyan, keberanian mengambil kesempatan menjadi bagian penting dalam perjalanan meraih prestasi.
Ia menyadari bahwa setiap perlombaan memiliki tantangan berbeda, sehingga peserta harus mampu menyesuaikan diri dan mempersiapkan kemampuan sebaik mungkin.
Kekompakan Tim Jadi Kunci dalam tim Pendidikan Bahasa Arab

Dalam menghadapi perlombaan tersebut, Abyan melakukan persiapan melalui latihan rutin dan doa agar diberikan hasil terbaik.
Namun, proses persiapan tidak selalu berjalan mudah karena jadwal latihan sering kali berbenturan dengan aktivitas perkuliahan maupun kegiatan lainnya.
Kondisi tersebut membuatnya harus mampu mengatur waktu dengan baik agar seluruh tanggung jawab tetap dapat berjalan seimbang.
“Tantangan terbesarnya adalah membagi waktu, karena latihan kadang berbenturan dengan kegiatan lain, tetapi teman-teman selalu mendukung dan memberi semangat,” ungkapnya.
Dukungan teman-teman selama proses latihan menjadi salah satu faktor penting yang membuat Abyan tetap konsisten dan percaya diri.
Baginya, kekompakan tim tidak hanya terlihat saat tampil dalam perlombaan, tetapi juga dalam proses panjang sebelum kompetisi berlangsung.
Setiap anggota tim saling membantu, mengingatkan, dan memberikan motivasi ketika menghadapi kesulitan.
Dukungan tersebut membuat proses latihan yang melelahkan dapat dijalani dengan lebih ringan.
Selain kekompakan, Abyan juga berusaha menjaga fokus selama latihan. Ia harus memastikan kegiatan perkuliahan tetap berjalan tanpa mengurangi keseriusannya dalam mempersiapkan perlombaan.
Kemampuan membagi waktu menjadi pelajaran penting yang diperolehnya selama proses tersebut.
Ia belajar menentukan prioritas, menyelesaikan kewajiban akademik, dan tetap hadir dalam latihan sesuai jadwal yang telah disepakati bersama.
Menurutnya, keberhasilan dalam kompetisi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan saat tampil, tetapi juga oleh kedisiplinan selama menjalani persiapan.
Latihan rutin dan dukungan lingkungan menjadi dua hal yang saling melengkapi dalam membangun kepercayaan diri.
Bangga Membawa Nama PBA Umsida
Keberhasilan meraih Juara 3 dalam Porseni VI FKPTKIS Internasional memberikan kesan mendalam bagi Abyan.
Ia merasa senang dan bangga karena dapat membawa nama baik Program Studi Pendidikan Bahasa Arab dan Umsida dalam ajang tersebut.
Prestasi ini juga menjadi bukti bahwa kerja keras, latihan konsisten, doa, dan dukungan lingkungan dapat menjadi modal penting dalam meraih hasil terbaik.
Abyan berharap pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain agar tidak takut mencoba dan terus mengembangkan potensi diri.
“Pesan saya untuk teman-teman, jangan takut mencoba, karena dari usaha dan keberanian itu kita bisa mendapat pengalaman yang sangat berharga,” tuturnya.
Menurut Abyan, keberhasilan bukan hanya tentang memperoleh gelar juara.
Keberanian mengikuti perlombaan, menjalani latihan, menghadapi tantangan, dan menyelesaikan kompetisi juga merupakan bagian dari pencapaian.
Ia berharap mahasiswa lain lebih berani mengambil kesempatan ketika mendapatkan informasi perlombaan atau kegiatan pengembangan diri.
Kesempatan tersebut dapat menjadi jalan untuk menambah pengalaman, memperluas relasi, dan mengenali kemampuan diri.
Melalui capaian ini, Abyan menunjukkan bahwa prestasi mahasiswa tidak hanya lahir dari kemampuan individu, tetapi juga dari proses panjang, kedisiplinan, dan kekompakan bersama.
Prestasi tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab lainnya untuk terus aktif berkarya dan membawa nama baik Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Agama Islam, serta Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dalam berbagai kompetisi berikutnya.
Penulis: Maritza Nadia

















